Sabtu, 03 Agustus 2019

Pengobatan Infeksi Sinus

Sinusitis mempengaruhi hingga 20 persen orang di beberapa titik, dan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau faktor lainnya. Infeksi sinus adalah peradangan sinus yang terkadang menyakitkan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Istilah "infeksi sinus" dan "sinusitis" sering digunakan secara bergantian - dokter mungkin juga menggunakan istilah "rinosinusitis" - tetapi sinusitis mengacu pada pembengkakan sinus, dengan atau tanpa infeksi. Sinusitis adalah kondisi yang sangat umum yang mempengaruhi 16 sampai 20 persen orang dewasa dan anak-anak. Wanita lebih mungkin didiagnosis dengan sinusitis daripada pria, dan kondisinya lebih umum di Selatan daripada di bagian lain Amerika Serikat.

Pengobatan Infeksi Sinus

Bagaimana Saya Tahu Jika Saya Memiliki Infeksi Sinus?

Sinus menyaring dan melembabkan udara yang Anda hirup. Membran yang melapisi setiap sinus mengandung lendir dan sel mirip rambut kecil yang disebut silia, yang mengumpulkan dan menyapu polutan, mikroorganisme, debu, dan kotoran dari saluran hidung.

Pada orang sehat, sekresi sinus selalu bergerak dan mengalir ke rongga hidung.

Saat penyumbatan terjadi, lendir gagal mengering dengan benar, bertambah ketebalannya, dan mengisi ruang sinus.

Pada saat bersamaan, kadar oksigen di sinus yang terkena berkurang.

Silia juga memperlambat penyapuan dan pembersihannya, sehingga membuat lendir semakin sulit dikeringkan.

Tapi jika Anda memiliki sinusitis atau infeksi sinus, pergerakan sekresi tersebut tersumbat atau lendir menebal.
Berapa Lama Infeksi Sinus Terakhir, dan Apakah Ini Menular?

Sinusitis bisa sangat menyakitkan dan menyebabkan waktu istirahat kerja.

Sinusitis bisa akut atau kronis, dan menular (menular) atau tidak menular (tidak menular). Jenis dan tingkat keparahan sinusitis didefinisikan oleh lamanya waktu peradangan berlangsung.

Sinusitis akut sering berkembang dengan cepat dan berlangsung 7 sampai 10 hari, meski bisa bertahan hingga empat minggu. Sinusitis subakut bisa berlangsung 4 sampai 12 minggu.

Sinusitis berulang berulang didefinisikan sebagai empat atau lebih episode per tahun tanpa gejala yang berkelanjutan antara episode.

Tapi memiliki gejala sinusitis tidak selalu berarti Anda memiliki infeksi sinus.
Bagaimana Anda Mendapatkan Infeksi Sinus?

Virus yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan bagian atas juga dapat menyebabkan sinusitis akut. Pada kebanyakan kasus, sinusitis akut dipicu oleh, atau berikut, flu atau flu.

Ada beberapa penyebab radang sinus, termasuk alergi (alergi rhinitis atau hay fever), kualitas udara yang buruk, dan variasi anatomi di hidung, seperti septum menyimpang atau polip hidung.

Pemicu lain untuk sinusitis kronis meliputi:

    Merokok dan asap rokok bekas
    Perubahan suhu udara atau tekanan udara, seperti dari berenang, menyelam, atau terbang
    Kondisi hormonal, termasuk yang terjadi pada kehamilan
    Kekurangan kekebalan tubuh, seperti HIV
    Jamur
    Bakteri
    Virus
    Terlalu sering menggunakan dekongestan hidung
    Sensitivitas terhadap aspirin
    Gangguan genetik yang mengganggu silia, seperti cystic fibrosis
    Asma dan kelainan paru lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronik, atau COPD

Orang dengan alergi atau rhinitis alergi memiliki tingkat sinusitis yang lebih tinggi daripada orang tanpa alergi.

Pemaparan konstan terhadap alergen dapat menebal lendir dan membuat sinus Anda rentan terhadap pembengkakan.

Alergen yang diketahui memicu alergi rhinitis dan sinusitis kronis meliputi:

    Tungau debu
    Spora jamur (jamur)
    Bulu binatang
    Kecoak
    Rumput, pohon, dan serbuk sari

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) juga telah dikaitkan dengan sinusitis kronis.
Apakah Infeksi Sinus Biasanya Viral atau Bakteri?

Meski infeksi sinus (sinusitis akut) bisa jadi virus atau bakteri, biasanya dipicu oleh infeksi pernafasan atas virus, seperti flu atau flu.

Rhinovirus, influenza, dan parainfluenza adalah virus yang paling umum yang menyebabkan sinusitis akut.

Masalah gigi yang melibatkan infeksi juga bisa menyebabkan sinusitis akut (odontogenic sinusitis).

Akar gigi bagian atas Anda dekat dengan sinus maksila, dan jika terinfeksi, infeksi bisa masuk ke sinus Anda.

Bakteri berikut menyebabkan sebagian kecil sinusitis akut:

    Streptococcus pneumoniae
    Staphylococcus aureus
    Haemophilus influenzea
    Moraxella catarrhalis

Bakteri ini biasanya ada di nasofaring, bagian paling atas dari tenggorokan Anda.

Jika Anda menderita flu, flu, atau sinusitis virus akut, hembusan hidung bisa menyebabkan bakteri dari hidung masuk ke sinus Anda.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon